Sabtu, 28 Februari 2015

Selamat Tinggal Yang Seusungguhnya

Apa kini kau benar-benar pergi?
Iya, akupun lupa,
Kau bahkan memang tak pernah benar-benar kembali
Aku begitu bodoh bukan?
Selalu saja tertipu dengan harapan semu
Mimpiku hanyalah sebuah mimpi,
Bagaimana mungkin bisa menjadi nyata?
Kau bahkan tak pernah benar-benar ada dalam hidupku
Kau memanggilku hanya untuk menghancurkanku lagi?
Lalu siapa yang akan mengerti rasa sakitku?
Aku hanya sendiri bukan?
Bahkan hanya untuk berandai pun aku takut,
Bukan aku sesali tlah kehilanganmu
Aku menyesal tlah kehilangan diriku
Sakit itu entah kapan akan mengabur menjadi semu
Apa kau akan bahagia bersamanya?
Lalu aku akan bahagia dengan siapa?
Janji-janjimu itu, kau mengingatnya bukan?
Kau tak akan menyakitiku,
Kau tak akan meninggalkanku,
Lalu, apa arti semua ini?
Aku sadar ada yang salah dari kata maafmu
Jadi inikah arti dari semua itu?
Untuk apa air mata ini?
Kau juga tak akan peduli
Apa aku harus mati?
Hidupku terlalu indah bukan?
Apa adil jika aku ingin kau yang mati?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar